Akhir Cerita Remaja Bertelur dari Gowa

Liputan6.com, Gowa - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa harus menghentikan penyelidikan terhadap remaja bertelur bernama Akmal. Hal ini karena remaja berusia 15 tahun itu ditengarai mengalami gangguan jiwa. Keputusan itu diambil oleh kepolisian setelah memeriksa sedikitnya tujuh saksi untuk mengungkap penyebab warga Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu bisa bertelur. "Penyidikan melakukan pemeriksaan lebih dari tujuh saksi. Termasuk saudara A (Akmal) dan orangtuanya serta kembarannya, juga pamannya dan tetangganya, kita juga memeriksa tim dokter yang memeriksa A (Akmal) pada tahun 2015 dan 2018, dan tambahan satu dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Syech Yusuf," kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, Sabtu, 3 Februari 2018, saat ditemui di Posko Resmob. Dari hasil pemeriksaan itu, Shinto mengatakan penyidik menarik kesimpulan bahwa Akmal, remaja bertelur itu mengalami gangguan emosi dan perilaku hingga gangguan kejiwaan. "Sesungguhnya yang bersangkutan ini mengalami gangguan emosi dan perilaku di mana kondisi intelektual yang tidak sesuai dengan usianya. Lalu disimpulkan juga bahwa saudara A mengalami gangguan kejiwaan yang terkait dengan emosi dan perilaku tersebut," dia menjelaskan. Menurut Shinto, salah satu indikator gangguan emosi dan perilaku ini adalah ketika Akmal merasa bahwa dirinya bertelur, padahal fenomena seperti itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia. "Itu yang diidentifikasi dari dokter spesialis kejiwaan," sambung dia. Sementara terkait dengan hasil rontgen yang menggambarkan adanya telur di dalam tubuh Akmal, polisi dan dokter menduga Akmal sengaja memasukkan telur itu ke dalam tubuhnya. Pasalnya, posisi telur yang berada tidak jauh dari lubang anus. Dugaan tersebut terkait dengan penjelasan dr. Ratnah Hafid mengenai kondisi remaja bertelur itu. Ratnah menjelaskan bahwa setelah difoto rontgen, posisi telur yang ada di dalam tubuh Akmal berada di bagian usus besar. "Posisi telur di bawah, di bagian rektum. Rektum itu saluran usus besar tempat penampungan tinja sebelum keluar, iya di situ," jelasnya.